Perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless

on Friday, November 15, 2013
WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.




Perkembangan Teknologi Wireless
Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP).


Frekuensi WiMAX
Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.


WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.


Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.


Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.


Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.


Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
• NPU (networking processing unit card)
• AU (access unit card)up to 6 +1
• PIU (power interface unit) 1+1
• AVU (air ventilation unit)
• PSU (power supply unit) 3+1


Antena
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.\

Sumber : 
http://rhezaagusta.wordpress.com/2012/11/16/tugas-pengantar-telematika-2/

Keuntungan dan kerugian Teknologi peer-to-peer dan Teknologi client-server

Keuntungan dan kerugian :
a. Teknologi peer-to-peer
b. Teknologi client-server



a. keuntungan peer to peer
• tidak butuh NOS
• tidak membutuhkan admin atau operator yang handal
kerugian peer to peer
• user harus dilatih untuk bisa menjadi admin
• keamanan kurang terjamin
• tidak untuk network skala besar

b. keuntungan client server
• keamanan lebih baik
• lebih muda dalam pengaturannya
• semua data dapat di backup dari server
kerugian client server
• membutuhkan NOS yang mahal
• jika server mati maka datapun tidak ada
• harus administrator yang profesional

Sumber : 
http://rhezaagusta.wordpress.com/2012/11/16/tugas-pengantar-telematika-2/

Perkembangan jaringan computer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika

Perkembangan jaringan komputer sangat berpengaruh besar dalam masyarakat global, contohnya saja dalam telematika, telematika memegang peranan penting alam pembelajaran, bisnis dan juga jejaring sosial, dengan demikian semakin waktu berjalan kebutuhan masyarakat global pun semakin bertambah dengan emikin di perlukan kemajuan perkembangan jaringan pada komputer atau media lainnya yg digunakan dalam telematika. Dengan demikian semakin berkembang semakin mudah dalam segala proses telematika tersebut, dalam pembuatannya ataupun pengaplikasiannya. cotohnya saja handphone atau tlepon genggam salah satu media telematika, semakin jaringan komputer berkembang jaringan handphone pun berkembang, dan semakin mudah dalam pemrosesan apapun dalam telematika. contohnya sekarang jaringan pada handphone sudah mencapai 4G hal ini dibuat agar memudahkan dalam pengkomunikasian dalam telematika tersebut. 
Telematika yang digunakan dalam Jaringan Komputer
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
-Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
-Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
-Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
-Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
-Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
-Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
-Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Sumber 

Pengantar Sistem Telematika

on Wednesday, October 16, 2013
1.      Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang perkembangan teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi!
-          Pengaruh perkembangan informasi dalam penyebarluasan informasi sangat amat berpengaruh sekali, mengapa bisa demikian? Karena seiring seiring berkembang nya teknologi manusia dapat dengan mudah sekali mendapatkan informasi yang di butuhkan. Salah satu perkembangan teknologi yang berdampak besar terhadap pernyebarluasan informasi adalah dengan ada nya teknologi internet. Hampir di setiap Negara dewasa ini memiliki fasilitas koneksi internet, sehingga sega informasi yang di butuhkan oleh pengguna dengan mudah di dapatkan. Tak terlepas dari internet saya, pengaruh telepon gengam pun memiliki andil yang sangat besar dalam penyebarluasan infomasi. Dangan adanya telepon gengam pintar maka informasi dan penyebarluasannya semakin mudah untuk di dapatkan.

2.      Bagaimana peranan telematika dalam bidang pendidikan? Berikan contohnya!
-          Peranan telematika dalam bidang pendidikan sangat berpengaruh besar sekali, metode pendidikan dewasa ini sangat berbeda dangan masa dahulu sebelum adanya perkembangan teknologi. Interaksi antara murid dan guru semakin baik dengan adanya teknologi telematika. Beberapa contoh nya peranan teknologi adalah :
1. Video Teleconference
2. Pelatihan Jarak Jauh dalam jaringan Cyber System
3. Perpustakaan Elektronik (e-library)
4. Surat Elektronik (e-mail)
5. Ensiklopedia Digital
6. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (digital)
7. Dokumen Elektronik (e-document)

3.      Apa manfaat dan dampak negative dari perkembangan telematika, jelaskan!

Manfaat Dari Perkembangan Telematika antara lain :

-          Memudahkan kita dalam memperoleh data/informasi dimana saja, dan kapan saja   sesuai kebutuhan
-          Meningkatkan kinerja pelaku usaha karena kemudahan pengaksesan informasi dan penyelenggaraan transaksi sehingga dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi
-          Mencerdaskan masyarakat karena masyarakat dapat dengan mudah menambah pengetahuan/informasi yang dimiliki
-          Memotong alur proses yang panjang dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah
-          Mempererat hubungan antar personal, antar wilayah dan antar Negara tanpa ada batasan ruang dan waktu;
-          Meningkatkan dan memacu roda perekonomian nasional


Dampak Negatif dari Perkembangan Telematika:

-       Meningkatnya tingkat kejahatan menggunakan media internet seperti pencurian data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
-       Informasi dan data yang mudah diperoleh tidak hanya informasi yang bersifat positif tapi juga negative. Kurangnya keamanan pengaksesan informasi negative dapat meningkatkan kejahatan dalam masyarakat, seperti peredaran video porno di internet meningkatkan pemerkosaan dan pelecehan seksual.
-       Kurangnya privasi pengguna, karena kurangnya keamanan jaringan sehingga dapat dengan mudah disusupi oleh hacker/cracker ataupun virus.
-       Meningginya individualisme masyarakat, karena tidak ada batas ruang dan waktu menyelusur dunia maya sehingga terkadang menjadi lupa diri, dan tidak mengenal sekitar.


4.      Bagaimana cara mengatasi dampak negative dari perkembangan telematika tersebut?

Cara mengatasi dampak negative dari perkembangan telematika yaitu :
-       Tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat dari internet sebagai sumber utama, lebih baik menyaring dan memilah-milah tiap informasi yang didapat.
-       Dianjurkan agar orang tua mengawasi anak dibawah umur 17 tahun untuk tidak mengakses situs pornografi maupun situs perjudian.
-       Tidak menaruh semua informasi yang bersifat pribadi ke dalam situs jejaring sosial, contohnya domilisi dan tempat tanggal lahir kita.
-       Mengganti password secara berkala agar terhindar dari pencurian data maupun penggunaan akun kita secara tidak bertanggung jawab.
-       Sebaiknya menyantumkan sumber yang sesungguhnya apabila mengutip kutipan dari suatu blog maupun buku, dengan itu kita menghargai karya orang agar terhindar dari pembajakan pula.

Tata Cara Design dalam Penulisan Jurnal Ilmah

on Friday, April 19, 2013

Bagi temen temen sekalian yang sedang menjalani kuliah tingkat akhir mungkin akan sedikit bingung mengenai format penulisan jurnal ilmiah yang biasanya menjadi Tugas Akhir dalam setiap tingkat pendidikan. Berikut ini saya coba membagikan layout tentang tata cara penulisan jurnal ilmah semogga bermanfaat :)) Cheers! 






JUDUL SINGKAT MAKS. 3 BARIS DITULIS DENGAN
FONT TIMES NEW ROMAN UKURAN 14

Penulis1, Penulis2,……..

1,2 Nama Institusi
Alamat Lengkap Istitusi
 E-mail : penulis1@domain1, penulis2@domain2,.....




Abstrak menjelaskan intisari dari penelitian yang dilakukan. Abstrak dapat emnggunakan bahasa Indonesia atau pun bahasa inggris. Jika menggunakan bahasa inggris penulisan abtrak ditulis italic. Banyaknya kata dalam abstrak antara 150 – 200 kata, jika terdapat istilah-istilah asing yang belum dibakukan ditulis italic. Font yang digunakan untuk menyusun abstrak adalah times new roman dengan ukuran 10.
Kata kunci : berisi maksimal 5 kata penting dalam penelitian.

1.    PENDAHULUAN
Diisi dengan latar belakang dan tujuan dari penelitian yang dibuat. Untuk kesergaman gunakan istilah PENDAHULUAN untuk bagian pertama ini. Font yang digunakan untuk menyusun pendahuluan adalah times new roman dengan ukuran 10.
Guna memudahkan Anda dalam menggunakan template ini, akan lebih baik melakukan copy-paste (dengan opsi keep text only pada Microsoft Word 2010) dari dokumen asli paper Anda ke dalam template ini. Pastikan Anda tidak mengubah style yang ada pada template ini, meliputi jenis dan ukuran font, besar spasi, jarak indent, dan lain sebagainya.
Banyaknya halaman untuk jurnal KOMPUTA adalah 8-10 Halaman (mohon usahakan jumlah halama GENAP) mulai dari judul hingga ke refrensi.

Bagian ini dapat dibagi dalam beberapa sub pokok pembahasan sesuai dengan kebutuhan tulisan. Tidak ada batasan yang baku mengenai jumlah pemerincian sub pokok bahasannya; tetapi setidaknya mengandung: metode, hasil, dan pembahasan.
Bab ditulis dengan font times new roman ukuran 12, sementara untuk sub bab menggunakan ukuran 10 dan keduanya dicetak tebal.

2.1 Sub Bab

Sub bab ditulis dengan font times new roman ukuran 10. Gmabar dan tabel dapat dimasukkan dibagin ini dengan format seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Contoh penulisan Gambar

Sementara untuk penulisan tabel dapat mengikuti contoh pada Tabel 1.

Tabel 1. Contoh Tabel
Parameter
Nilai
Maksimal Perulangan
10, 50, 100
Rasio Pembelajaran
0.1 , 0.5, 1
Minimal Eror
0.1, 0.01, 0.001

Baik gambar maupun tabel urutan penulisan dimulai dari 1, tidak berdasarkan  babnya. Sementara penulisan rumus atau persamaan dapat mengikuti aturan sebagai berikut :

                               (1)


3.    PENUTUP
Pada bagian ini, nomer bab penutup akan menyesuaikan seberapa jumlah bab pada bagian isi penelitian. Penutup berisikan kesimpulan penelitian, serta saran pengembangan untuk penelitian selanjutnya. Judul bab terakhir ini juga dibuat seragam: PENUTUP.

UCAPAN TERIMA KASIH
Bagian ini boleh digunakan, boleh juga dihilangkan (opsional). Ucapan terima kasih hanya ditujukan pada pihak-pihak yang membantu secara langsung penelitian yang dilakukan, misal: penyandang dana atau pakar dilibatkan. Ucapan terima kasih tidak ditujukan untuk pejabat struktural, misalkan Ketua Jurusan, Dekan, ataupun Rektor.

DAFTAR PUSTAKA
[1] M. Gokhale and P.S. Graham, Reconfigurable Computing, Springer, 2005.
[2] T. Callahan, J. Hauser, and J. Wawrzynek, “The Garp Architecture and C Compiler,” Computer, vol. 33, no. 4, pp. 62-69, 2000.
[3] Jauhari, nurdin, Edge Linking Detection dan Perbandingan dari 3 Metodenya, http://ahtovicblogs.blog.ugm.ac.id/?p=80, 17 Maret 2011 20.25
[4] Jose, Stephane, Why Should I Care About SQL Server, http://blog.iweb.com/en/2010/06/why-should-i-care-about-sql-server/4772.html, 17 Maret 2011 19.30


Semogga bermanfaat.

Repost dariKlik Disini