Terheran, Tertegun, dan Terdiam. INDONESIA....

on Friday, March 22, 2013
Repost dari salah satu status facebook teman saya.



Pernah melihat sesuatu yg membuat anda terheran, tertegun, dan terdiam (karena saking sulit utk memahahaminya)? Lihat Indonesia sekarang.

Mulai dari kebiasaan orang berkendaraan di jalan, buang sampah sembarangan, gosip dan kebohongan yg dirayakan oleh masyarakat dan media, virus korupsi (kultur 'nyokot bati'), nasionalisme bawang, sampai kunjungan anggota DPR ke luar negeri utk merancang UU anti-Santet kali ini membuat saya terdiam.

Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saat ini. "....

Saingi Evernote, Google Luncurkan Keep

on Thursday, March 21, 2013



Jakarta - Google memperkenalkan Keep, sebuah aplikasi terbaru untuk memudahkan pengguna dalam mencatat secara online dengan beragam perangkat. Ini menjadi pesaing Evernote, aplikasi sejenis yang lebih[1] dulu eksis[2].

Sejatinya, Google Keep ini masih terhubung dengan Google Drive yang merupakan aplikasi penyimpanan cloud. Namun begitu, Keep menjadi aplikasi sendiri yang tersedia di online dan Android.

"Ketika Anda mempunyai tiba-tiba[3] ide, pengguna bisa[4] langsung mengetiknya dan otomatis akan tersimpan di cloud. Termasuk melihat foto dan daftar yang penting," jelas Google, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (21/3/2013).

"Catatan Anda disimpan dengan aman di Google Drive dan disinkronisasikan ke semua perangkat Anda sehingga Anda selalu dapat mengaksesnya dimanapun" tambahnya.

"Jika lebih nyaman untuk berbicara daripada[5]  mengetik. Keep mampu mentranskripsi memo suara untuk Anda secara otomatis. Juga ada[6]  fungsi pencarian untuk cepat menemukan catatan tertentu. Dan ketika Anda selesai dengan catatan, Anda dapat menyimpan atau menghapusnya," tambah keterangan Google.

Saat ini, selain versi web, Google Keep tersedia di Android Play Store. Akan tetapi, belum ada kabar mengenai kapan aplikasi hadir di platform lain, seperti di iOS, Windows Phone atau BlackBerry 10.

Perbaikan

Nomor
Kata Asal
Perbaikan
1.
Lebih
Terlebih
2.
Eksis
Populer
3.
Mempunyai Tiba-tiba
Tiba-tiba memiliki
4.
Bisa
Dapat
5.
Daripada
Dibandingkan
6.
Ada
Memiliki

TRUST-ing

on Sunday, January 27, 2013
Halo guys, setelah sekian lama ga nulis blog akhirnya saya mendarat di dalam mozaik penulisan blog ini. 2013 ini intinya sih gw berniat untuk lebih produktif. Produktif akan segala hal, dan semogga aja ga cuma di bulan januari doang yah tekat buat produktif nya, semogga bisa sampe akhir desember bisa terus produktif. amin!

Kali ini gw pengen berbagi tentang yang namanya Kepercayaan. Kesimpulan ini gw ambil dari pembacaan gw akan kejadian di sekeliling gw dan terutama apa yang gw rasain.



Percaya dalam bahasa bahasa indonesia nya di terjemahkan sebagai "mengakui atau yakin akan sesuatu itu benar atau nyata," jika kita telaah lebih dalam lagi percaya juga dapat berupa keyakinan kita akan suatu hal, baik secara langsung kita tahu kebenaran nya atau hanya rasa percaya yang kita andalkan.

Dan kenapa gw nulis tentang hal ini, karena menurut gw seringkali banyak dari kita mengalami krisis kepercayaan, krisis ini bisa di akibatkan oleh banyak faktor. Dan sering kali kita pun menjadi orang yang krisis akan mempercayai, (itu mungkin lebih vital akibat nya).

Menurut gw pribadi untuk mempercayai seseorang terdiri dari dua jenis :

1. External Trust

Adalah faktor yang membuat kita percaya akan sesuatu yang berasal dari lingkungan di luar dari diri kita. Seringkali lingkungan yang membuat kita tidak bisa percaya, lingkungan yang tidak memadai, sifat seseorang yang tidak bisa di percaya, dan sebagai nya..

External trust sendiri menurut saya memiliki andil yang begitu besar dalam urusan percaya, tetapi nilai akan mempercayai itu sendiri kecil.

2. Internal Trust

Berbanding terbalik dari external trust, Internal trust berhubungan dari sikap kita dalam mempercayai sesuatu. Terkadang faktor dari dalam ini berbanding terbalik dengan  faktor dari luar. Sikap kita, Keyakinan kita, dan Hati nurani kita itu merupakan faktor dari dalam.

Menurut saya pribadi kita seharusnya lebih mengandalkan internal trust di bandingkan external trus. Faktor dari dalam jauh lebih penting walaupun pada umumnya orang-orang hanya melihat sesuatu dari luar nya saja.



Seseorang yang 'kelihatannya' tidak dapat di percaya seringkali merupakan seseorang yang paling dapat di percaya. Dan juga sebaliknya, ketika kita hanya mengandakan faktor ekternal, seseorang yang baik pun terkadang kita sulit untuk mempercayai nya, karena faktor internal kita, sikap hati kita yang seringkali tidak menerima akan hal itu.

Percaya akan segala sesuatu, punya sikap hati yang baik, maka niscaya orang di sekeliling kita dapat di percaya. Karena saya teramat yakin kalo kepercayaan itu di mulai dari dalam diri kita masing-masing, bukan dari lingkungan.

Cheers!! :)

MIRACLE OF LIFE - A MUST READ

on Monday, December 3, 2012
Twin girls, Brielle and Kyrie, were born 12 weeks ahead of their due date. Needing intensive care, they were placed in separate incubators.

Kyrie began to gain weight and her health stabilized. But Brielle, born only 2 lbs, had trouble breathing, heart problems and other complications. She was not expected to live.

Their nurse did everything she could to make Brielle’s health better, but nothing she did was helping her. With nothing else to do, their nurse went against hospital policy and decided to place both babies in the same incubator.

She left the twin girls to sleep and when when she returned she found a sight she could not believe. She called all the nurses and doctors and this is what they saw (refer to the picture above).

As Brielle got closer to her sister, Kyrie put her small little arm around her, as if to hug and support her sister. From that moment on, Brielle’s breathing and heart rate stabilized and her health became normal.

A little bit of tender love goes a long way. Show affection to all ♥





Repost from : Click here. :)


Perbandingan Sistem Oprasi android dan iPhone menggunakan parameter Benjamin Sparkmann

on Tuesday, November 6, 2012

Perbandingan Sistem Oprasi android dan iPhone menggunakan parameter Benjamin Sparkmann







1.     Abstrak

Dewasa ini dengan meningkatnya penggunan polsel cerdas pada masyarakat luas juga di barengi oleh pengembangan system oprasi untuk meningkatkan mobilitas dan memaksimalkan fungsi pada handpone tersebut untuk mempermudah pengguna dalam melakukan tugas tugas sehari-hari. Maka saat ini saya ingin membahas paper yang menyangkut perbandingan system operasi antara system oprasi android dengan iOS yang digunakan pada iPhone.

2.     Pendahuluan


Berdasarkan survei yang dilakukan media Nielsen Research, pengguna internet di beberapa
kota besar meningkat dua kali lipat menjadi 9,7 persen dari 4 persen pada tahun 2000. Khusus di
Jakarta ,terjadi peningkatan sampai empat kali lipat,yakni dari 4 persen pada tahun 2000 menjadi
16,2 persen pada tahun 2003 [1]. Pengaksesan internet pun kini telah berkembang, dimana internet tidak hanya diakses melalui PC (personal computer), tetapi juga melalui telepon seluler. Hal ini seperti yang dilaporkan Real networks, bahwa pada tahun 2007 ada dua persen dari pengguna ponsel seluruh dunia mengakses internet melalui ponsel mereka, bahkan Di Jepang, pada tahun 2006 ,dilaporkan bahwa pengakses internet melalui ponsel lebih tinggi jumlahnya dibandingkan dengan PC [2]. Kini,aplikasi untuk ponsel sudah berkembang sebegitu pesatnya hingga banyak bermunculan ponsel-ponsel baru yang mengusung berbagai macam platform berbeda [5]. Dari adanya keragaman akan Sistem Operasi Mobile, maka paper ini mengusung masalah pemilihan Sistem Operasi Mobile bagi pengguna. Pemilihan Sistem Operasi Android dan iPhone sebagai objek penelitian dikarenakan saat ini kedua Sistem Operasi tersebut sedang digandruingi oleh para pengguna ponsel khususnya kalangan remaja.

3.     Metode Penelitian

                Parameter yang digunakan aldah parameter Benjamin Sparkman  yang membandingkan system oprasi mobile. Terbagi atas beberapa 4 kriteria antara lain adalah :
1 Kriteria Umum.
Dalam kriteria ini, system oprasi akan di bandingkan secara umum dalam beberapa aspek:
a.       Probabilitas
b.      Keandalan
c.       Konektivitas
d.      Keragaman Produk
e.      Sistem Terbuka
f.        Ukuran Memori
g.       Standart
h.      Fitur Khusus
  Kriteria Lebih Lanjut.
Dalam kriteria ini bergantung dari beberapa aspek yang di nilai, terdiri atas :
a.       Kriteria Dasar
Dalam kriteriaini berisi parameter apa saja yang di butuhkan oleh seseorang pengguna ponsel pintar dan bukan pengembang teknologi, atribut pembanding nya adalah sebagai berikut ; (a)Publik domain atau private domain, (b) Produsen spesifik atau independen, (c) Pengguna atau produsen penggerak, (d) Tujuan Pasar
b.      Kriteria Teknis
Beberapa aspek yang di uji adalah : (a) Power Manegement, (b) Multitasking, (c) Kemampuan memory
c.       Kriteria Berdasarkan kegunaan.
Membahas antara lain kemampuan penggunaan perangkat lunak di media PC apakah sebanding atau tidak dengan penggunan pada perangkat ponsel.
d.      Antar Muka kriteria.
e.      Divisi antara Sistem Oprasi dan tampilan pengguna, adalah pembagian atau pemisah antara system oprasi dan tampilan user. Perubahan untuk tampilan pengguna, yang di maksud adalah penggunakan tampilan menu yang dapat di rubah atau tidak.
3 Proses Instalasi
Dalam parameter ini dibandingkan dua system oprasi mobile yaitu Android dan iPhone.
A.      Android platform
Android adalah system oprasi yang di kembangkan oleh Google, dan merupakan system oprasi yang paling berkembang saat ini, terbukti dari survey yang dilakukan oleh NPD di AS selama tiga bulan dari January-Maret 2010, ponsel yang berbasis system oprasi Android menguasai 28% penjualan smartphone di AS. Arsitektur android terdiri dari beberapa lapisan yaitu ; Linux Kernel, Libraries, Android Runtime, framework aplikasi, Aplikasi.
B.      iOS
iOS adalah system oprasi yang di buat berdasarkan UNIX. iPhone dikembangkan oleh Apple, yang di buat untuk menjadi system oprasi mobile phone buatan Apple dan penggembangkan nya yang lebih lanjut hingga penggunakan nya memungkinkan berkembang dengan perangkat lainnya.
Lapisan nya antara lain adalah ; Aplikasi, Framework, Objektif-C runtime, iPhoneOS, Prosesor, Firmware, hardware.

4.     Hasil Pengujian.

Karena pengujian nya menggunakan beberapa parameter maka hasil nya akan di tampilkan menggunkan beberapa parameter yang di  uji :
A.      Kriteria Umum
Berikut adalah tabeh hasil pengujian menggunakan aspek kriteria umum.



Android
iPhone
Probabilitas
1
0
Reliabilitas
1
0.5
Konektivitas
1
1
Produk Lainnya
1
1
Sistem Terbuka
1
0.5
Ukuran Kernel
0.5
1
Standart
1
0.5
Special features
0.5
1
Hasil
7
5.5

Dari Tabel ini dapat di simpulkan secara umum bahwa android lebih unggul di bandingkan dengan iPhone.
B.      Kriteria Lebih Jauh

Jika kita lihat dari table ini bahwa android hanya membutuhkan perangkat keras yang lebih rendah di bandingkan iPhone.

5.     Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang di lakukan setelah melakukan perbandingan antara SO mobile android dengan iPhone menggunakan metode Benjamin Sparkman dengan empat parameter android lebih unggul. Android walaupun baru muncul akan tetapi dengan keterbukaan SO, kemampuan bahasa dasar Java dan Linux sebagai dasar SO, Sedangkan iPhone yang lebih dahulu dikenal memiliki sistem yang tertutup, dan bahasa pemrograman yang digunakan iPhone adalah Objective-C, sebab itu Android akan lebih berkembang dibandingkan iPhone. Karenanya untuk pengguna ahli penulis menyarankan untuk menggunakan Android.

6.     Daftar Pustaka

[1] Pengguna Internet di Jakarta Meningkat Empat
Kali Lipat,
http://www.korantempo.com/news/2004/4/10/Ekono
mi.html, 2004.
[2] More Mobile Internet users Wired in Japan,
http://www.infoworld.com/d/networking/moremobile-
internet-users-wired-in-japan-259, 2006.
[3] http://msdn2.microsoft.com/enus/
library/bb158483.aspx, 2007.
[4] http://www.Androidlib.com/appstarts.apsx,
2007.
[5] Perang Baru Software Ponsel Pintar.
http://www.tempointeraktif.com/hg/it/
2010/07/18/brk,20100718-264236,id.html: Dian
Yuliastuti, 2010.
[6] Jack Febrian, Kamus Komputer dan Teknologi
Informasi. Bandung: Informatika
Bandung, 2007.
[7] JunyaoZhang, Android vs iPhone.
http://www.cs.ucf.edu/ dcm/teaching/
COP5611Spring2010/Project/JunyaoZhang.pdf,
April 2010.


Peranan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari

on Sunday, October 7, 2012

Peranan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari


Hai, udah lama nih gw gak nulis blog ini. Haha. Bukannya untuk bersikap cuek terhadap dunia maya tetapi blog ini emang di peruntukan untuk melengkapi masalah akademik bukan untuk mengekspos kehidupan sehari-hari gw. Haha.

Peranan bahasa Indonesia, hmm awalnya sih gw piker ini topik yang cukup umum untuk di angkat dalam membuat sebuah karangan tapi setelah di pikirkan lebih lanjut ternyata peranan bahasa ini memiliki kajian yang cukup luas dan variatif dilihat melalui kacamata gw tentunya.

Dewasa ini kita sering kali lupa akan budaya kita sendiri, sikap anak muda jaman sekarang yang lebih suka untuk meniru gaya kebarat-baratan yang mungkin di pandang lebih keren, seringkali membuat bahasa kita terlupakan.

Simplenya adalah dari sekian banyak anak muda, seringkali di kota kota besar anak anak muda lebih senang dalam menggunakan bahasa asing untuk di tulis di dalam account media sosialnya, apakah ini buruk? Banyak sekali hal positif-nya, tetapi perlu di ingkatkan sekali lagi bahwa bahsa yang paling umum yang bisa kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Bahasa ibu kita sendiri.

Nasionalisme.

Ya mungkin saja itu bisa jadi salah satu tolak ukur dari rasa nasionalis kita terhadap bangsa ini, sikap mencintai budaya dan bahasa sendiri sering kali output nya adalah rasa nasionalis. Ketika kita merasa bangga akan bangsa kita, jiwa nasionalis kita terpanggil, maka dengan bangga pula kita akan menggunakan bahasa kita sendiri.

Berikut ini fungsi bahasa menurut para ahli:

#Del Hymes & Guy Cook
bahwa bahasa berfungsi:

·         Kontekstual (situasi)
·         Referensial (pesan)
·         Emotif (penutur)
·         Konatif/ direkti (mitra tutur)
·         Fatis (jalur)
·         Puitis (bentuk pesan)
·         Metalinguist (aspek bahasa)

Transaksi

Bahasa merupakan bagian penting untuk membantu jalanya proses transaksi dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya bahasa kegiatan bertransakasi seperti berbisnis, berbelanja, atau kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih akan sulit mencapai kesepakatan apabila seseorang yang bertransaksi saling tidak mengerti bahasa dari lawan bicara mereka. Pada masa lalu contohnya manusia bertransaksi hanya dengan cara tukar menukar barang atau biasa disebut barter. Tukar menukar barang ini terjadi bukan hanya karena belum terciptanya nilai tetap uang untuk menentukan harga sebuah barang atau jarak sebagai pemisah, tetapi bahasa juga merupakan salah satu faktor mengapa pada masa itu manusia melakukan transaksi sangat terbatas. Sebabnya adalah ketiadaan bahasa yang dapat menyambungkan jalannya proses transaksi. Walaupun bisa saja misal salah seorang dari salah satu daerah mempelajari bahasa daerah dari relasi bisnisnya itu masih bisa mungkin terjadi, tapi bagaimana kalo relasi bisnisnya tidak hanya ada pada satu daerah tentu akan sulit bagi seseorang mempelajari bahasa dari banyak daerah.

Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari banyak Suku, Kota, atau Daerah yang masing-masing tempatnya memiliki bahasa yang berbeda, bagaimana mungkin kesepakatan bekerjasama dalam bisnis contohnya akan terjadi bila orang yang bekerja sama ini saling tidak memahami bahasa satu sama lain, oleh karena itu sangat diperlukan terciptanya satu bahasa yang dapat memudahkan kegiatan transaksi seseorang yang berbeda bahasa. Bahasa yang dapat dipergunakan dimana saja di Indonesia jika kita tidak dapat memahami bahasa daerah kota tersebut, maka terciptalah bahasa Indonesia. Tepatnya pada tanggal 28 Okteber 1928 diresmikannya bahasa Indonesia menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa pemersatu dari sekian ratus bahasa daerah. Ditetapapkan bahasa pemersatu inilah yang mempermudahakan terjalinnya sebuah kerja sama. Seseorang dapat bertransaksi antar kota dan antar daerah, akan mudahnya mencapai kesepakatan antara seseorang yang berbisnis, bahkan seseorang yang berbelanja sampai keluar daerah akan mudah melakukan tawar menawar antara pedagang dan pembeli karena adanya bahasa pemersatu Bahasa Indonesia. Kasus lain misal kita ingin mengirim sejumlah uang dengan rekan bisnis kita melalui sebuah ATM sementara kita berada disuatu Daerah yang bahasanya berbeda dengan daerah asal kita sedangkan ATM tersebut perintah-perintahnya menggunakan bahasa daerah dimana ATM itu berada tentu akan menjadikan hal yang sulit bukan? Dengan bahasalah masalah, maka kesulitan ini dapat teratasi.

Jadi kesimpulannya suatu transaksi tidak akan terjalin sempurna atau semakin berkembang apabila tidak ada bahasa Indonesia sebagai penunjang kesuksesan, karena melalui bahasa Indonesia kita dapat terhubung dengan orang-orang yang berbeda bahasa disetiap daerah. Sunggu kita sangat tergantung dengan penggunaan bahasa Indonesia.



Kesimpulan

Dinamika antara potensi dan tantangan atau realita yang dialami bahasa Indonesia saat ini merupakan suatu data yang dapat dijadikan sumber prediksi bagi eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di masa depan. Dalam konteks bahasa Melayu, Collins menyatakan bahwa peran bahasa Melayu akan semakin berkembang, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di belahan bumi yang lain. Di luar Asia Tenggara bahasa Melayu dipelajari di delapan Negara Eropa dan dua Negara di Amerika. Jumlah penutur bahasa Melayu dalam waktu dekat ini akan terus meningkat. Hal ini akan meningkatkan prestise di kalangan para penuturnya yang kemudian akan mempengaruhi sikapnya untuk lebih positif terhadap bahasa Melayu. Terlebih menurut prediksi dari Collins, pengaruh bahasa Inggris belum begitu jelas di Asia Tenggara pada masa depan.

Pengaruh secara global bahasa Melayu tersebut tentunya akan juga berpengaruh di Indonesia meskipun akan membutuhkan proses yang sangat lama. Pengaruh tersebut berkaitan juga tingkat kesadaran pemerintah, media, dan masyarakat Indonesia tentang pentingnya bahasa Indonesia sebagai pemersatu. Kesadaran ini tidak hanya pada bagian luar pemahaman saja, namun selayaknya menjadi penghayatan dan pengidentifikasian seluruh masyarakat sebagai satu bangsa.

Ada kutipan bagus yang tidak sengaja saya lihat, mungkin alangkah lebih baiknya sebagai penutup dari karangan ini :

BAHASA INDONESIA,
KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI YANG MENGGUNAKAN NYA?